Dalam dunia konstruksi dan penyediaan ruang, efisiensi waktu dan biaya menjadi pertimbangan utama. Dua solusi yang sering dibandingkan adalah penggunaan folding container dan pembangunan bangunan permanen. Folding container merupakan unit bangunan modular yang bisa dilipat dan dipindahkan dengan mudah, sementara bangunan permanen adalah struktur yang dibangun secara konvensional menggunakan batu bata, beton, atau baja dengan sifat tetap dan tidak dapat dipindahkan. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tetapi dari sisi biaya, manakah yang lebih efisien?

Artikel ini akan mengulas perbandingan biaya antara folding container dan bangunan permanen dari berbagai aspek, mulai dari biaya awal, biaya transportasi, hingga biaya pemeliharaan dan umur pakai.

1. Biaya Awal Pembangunan

Folding container memiliki biaya awal yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bangunan permanen. Satu unit folding container standar (sekitar 20–40 kaki) yang sudah dilengkapi dengan lantai, dinding, dan atap dapat dibeli atau disewa dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan membangun ruang serupa secara permanen. Rata-rata harga folding container berkisar antara Rp30 juta hingga Rp60 juta per unit tergantung spesifikasi dan kelengkapan interior.

Sebaliknya, membangun bangunan permanen dengan ukuran yang sama membutuhkan biaya material, tenaga kerja, desain arsitektur, dan izin bangunan yang cukup besar. Biaya konstruksi per meter persegi untuk bangunan permanen bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta, tergantung jenis material dan lokasi pembangunan. Artinya, untuk ruangan seluas 30 meter persegi, total biaya pembangunan permanen dapat mencapai Rp90 juta hingga Rp150 juta.

2. Biaya Transportasi dan Mobilitas

Folding container dirancang untuk kemudahan transportasi. Dalam kondisi terlipat, beberapa unit dapat diangkut sekaligus dalam satu truk kontainer, sehingga menghemat biaya pengiriman. Selain itu, waktu pemasangannya pun sangat cepat—hanya membutuhkan waktu beberapa jam tanpa peralatan berat yang kompleks.

Sementara itu, bangunan permanen tidak dapat dipindahkan setelah selesai dibangun. Jika dibutuhkan ruang tambahan di lokasi lain, maka harus dilakukan pembangunan baru dari awal. Hal ini tentu menambah biaya secara signifikan, terutama bila lokasi proyek sering berpindah-pindah.

Baca juga: Penggunaan Sandwich Panel dalam Konstruksi Rumah Prefabrikasi

3. Biaya Operasional dan Pemeliharaan

Dari segi pemeliharaan, folding container memiliki keunggulan dalam kemudahan perawatan. Struktur baja yang dilapisi cat anti-karat dan bahan tahan cuaca membuat folding container cukup tahan lama dengan perawatan minimal. Jika rusak, bagian tertentu dapat diganti atau diperbaiki secara modular tanpa harus membongkar keseluruhan unit.

Bangunan permanen membutuhkan pemeliharaan yang lebih rutin, mulai dari pengecatan ulang, perbaikan atap, perawatan instalasi listrik dan pipa, hingga penggantian material yang lapuk atau rusak. Dalam jangka panjang, biaya perawatan bangunan permanen bisa lebih tinggi dibanding folding container, terutama jika bangunan berada di lingkungan ekstrem.

4. Umur Pakai dan Nilai Investasi

Bangunan permanen memang unggul dalam hal umur pakai yang bisa mencapai puluhan tahun jika dibangun dengan baik. Selain itu, nilai aset bangunan permanen cenderung meningkat atau stabil, tergantung pada lokasi dan kondisi pasar properti.

Namun, folding container meskipun memiliki umur pakai yang lebih pendek (sekitar 10–20 tahun), tetap memberikan nilai ekonomis yang tinggi, terutama untuk penggunaan jangka pendek hingga menengah. Kelebihannya dalam fleksibilitas lokasi dan kemudahan bongkar pasang membuat folding container ideal untuk proyek sementara, kantor lapangan, atau hunian darurat.

Secara keseluruhan, folding container menawarkan keunggulan biaya yang signifikan dibandingkan bangunan permanen, terutama dalam hal investasi awal, transportasi, dan fleksibilitas penggunaan. Meski umur pakainya lebih pendek, folding container sangat cocok untuk kebutuhan ruang yang bersifat sementara atau berpindah-pindah.

Sebaliknya, bangunan permanen tetap menjadi pilihan utama untuk kebutuhan jangka panjang dengan fokus pada nilai investasi properti yang stabil. Oleh karena itu, pemilihan antara folding container dan bangunan permanen harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan, durasi kebutuhan, dan anggaran yang tersedia.

Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.