Rumah instan semakin diminati di Indonesia karena menawarkan hunian cepat dengan material yang dirancang khusus untuk ketahanan tinggi dalam iklim tropis dan kondisi rawan bencana. Material utama rumah instan biasanya dipilih berdasarkan kekuatan struktural, ketahanan terhadap gempa, rayap, api, korosi, serta isolasi termal yang baik. Berikut adalah material paling umum digunakan beserta tingkat ketahanannya.
Baja ringan galvanis atau light gauge steel menjadi material struktural inti pada hampir semua rumah instan. Baja ini dilapisi galvanisasi tebal, minimal Z275, untuk mencegah karat di lingkungan lembap Indonesia. Struktur baja ringan memiliki kekuatan tarik tinggi, bobot ringan, dan fleksibilitas yang membuatnya tahan gempa hingga magnitudo tinggi. Daya tahan keseluruhan rangka baja ringan bisa mencapai 50 tahun atau lebih dengan perawatan minimal seperti pengecatan ulang anti korosi setiap 10-15 tahun. Anti rayap alami karena bukan material organik, serta tahan api dengan lapisan pelindung tambahan.
Panel sandwich atau structurally insulated panel sering digunakan untuk dinding dan atap rumah instan. Panel ini terdiri dari kulit luar baja galvanis atau aluminium coated dengan inti isolasi seperti polyurethane, poly-isocyanurate, EPS, atau rockwool. Inti PU atau PIR memberikan isolasi termal superior dengan konduktivitas rendah sekitar 0,020-0,023 W/mK, sehingga rumah lebih dingin di siang hari dan hemat energi. Ketahanan terhadap kelembapan baik jika dilapisi anti air, tahan api hingga kelas tertentu, dan kuat secara struktural. Umur pakai panel sandwich biasanya 40-60 tahun, dengan ketahanan terhadap serangan hama, pembusukan, dan deformasi akibat perubahan suhu yang sangat baik.
Beton ringan atau lightweight concrete, termasuk AAC block atau precast panel, menjadi pilihan untuk dinding eksterior atau modul tertentu pada rumah instan premium. Material ini ringan namun memiliki kekuatan tekan memadai, tahan api secara alami, dan isolasi termal lebih baik daripada beton konvensional. Beton ringan tahan terhadap cuaca ekstrem, tidak mudah retak karena perubahan suhu, dan anti rayap. Daya tahan jangka panjangnya bisa mencapai 50-70 tahun atau lebih, terutama jika dikombinasikan dengan pelapis anti lembap. Di daerah pesisir, beton ringan dengan aditif anti korosi garam menjadi pilihan aman.
Baca juga: Berapa Harga Rockwool? Faktor yang Mempengaruhi Biaya
GRC board atau glassfiber reinforced cement digunakan untuk finishing dinding, plafon, dan elemen dekoratif. Material ini fleksibel, tahan retak, tahan api, dan kedap suara. GRC ringan, mudah dibentuk, serta tahan terhadap kelembapan tinggi dan serangan jamur. Umur pakainya sekitar 30-50 tahun dengan perawatan cat eksterior rutin.
Panel gypsum reinforced atau fiber cement board sering dipakai untuk partisi interior dan plafon rumah instan. Material ini tahan lembap jika varian water resistant, kedap suara memadai, dan mudah dipasang. Ketahanan terhadap api dan jamur baik, dengan umur pakai 20-40 tahun tergantung kualitas.
Secara keseluruhan, material rumah instan modern menggunakan kombinasi ini untuk mencapai tingkat ketahanan setara atau lebih baik daripada rumah konvensional. Dengan produksi di pabrik yang terkontrol, presisi tinggi, dan minim cacat, rumah instan bisa bertahan puluhan tahun tanpa perawatan intensif. Faktor kunci ketahanan adalah kualitas material awal, pemasangan profesional, dan pemeliharaan sederhana seperti pembersihan serta pengecatan berkala. Di era perubahan iklim dan bencana alam yang semakin sering, material-material ini mendukung hunian yang andal, efisien energi, dan berkelanjutan, menjadikan rumah instan pilihan hunian modern yang semakin kuat dan tahan lama di Indonesia.
Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.
