Jenis-jenis sandwich panel yang tersedia di pasar konstruksi Indonesia sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyek mulai dari industri hingga residensial. Sandwich panel secara umum terdiri dari dua lapisan kulit metal (biasanya baja galvanis atau aluminium) dengan inti isolasi di tengah, dan perbedaan utama terletak pada bahan inti yang menentukan performa termal, akustik, tahan api, serta kekuatan keseluruhan. Berikut adalah jenis-jenis sandwich panel paling umum beserta kegunaannya untuk berbagai proyek.

Pertama, sandwich panel EPS (Expanded Polystyrene). Ini adalah jenis paling populer dan terjangkau karena bobotnya ringan dan harga kompetitif. Inti EPS memberikan isolasi termal yang baik dengan nilai konduktivitas sekitar 0,032-0,038 W/mK, serta tahan terhadap kelembapan jika dilapisi metal coated berkualitas. Sandwich panel EPS sering digunakan untuk dinding dan atap gudang, pabrik ringan, workshop, showroom, serta rumah prefabrikasi sederhana. Kegunaannya cocok untuk proyek yang memprioritaskan biaya rendah dan kecepatan pemasangan, meskipun ketahanan api hanya sedang (kelas B1 atau setara).

Kedua, sandwich panel PU (Polyurethane). Jenis ini memiliki isolasi termal terbaik di antara semua varian, dengan nilai konduktivitas termal rendah sekitar 0,020-0,023 W/mK. PU juga menawarkan kekuatan adhesi tinggi antara kulit dan inti, sehingga panel lebih kokoh dan tahan deformasi. Sandwich panel PU ideal untuk cold storage, ruang pendingin, pabrik makanan dan minuman, serta fasilitas farmasi yang memerlukan kontrol suhu ketat. Di Indonesia, panel ini banyak dipilih untuk gudang berpendingin atau bangunan yang membutuhkan efisiensi energi tinggi, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan EPS.

Ketiga, sandwich panel PIR (Poly-Isocyanurate). PIR merupakan evolusi dari PU dengan ketahanan api yang lebih unggul, sering mencapai rating tahan api 1-2 jam atau kelas A2-s1,d0. Nilai isolasi termalnya mirip PU, namun lebih aman untuk aplikasi yang memerlukan proteksi kebakaran. Sandwich panel PIR cocok untuk pabrik kimia, gudang bahan mudah terbakar, bangunan komersial besar, serta proyek yang mengikuti regulasi kebakaran ketat. Di sektor industri Indonesia, PIR semakin diminati karena kombinasi isolasi superior dan keamanan api.

Baca juga: Desain Rumah Prefabrikasi Minimalis yang Cocok untuk Lahan Sempit

Keempat, sandwich panel rockwool atau mineral wool. Inti rockwool terbuat dari serat batu vulkanik yang tidak mudah terbakar, sehingga memiliki ketahanan api terbaik (kelas A1 non-kombustibel) dan insulasi akustik luar biasa. Panel ini juga tahan terhadap suhu tinggi dan tidak menyerap air. Kegunaannya meliputi pabrik metalurgi, ruang boiler, studio rekaman, auditorium, serta bangunan yang memerlukan kedap suara tinggi seperti bioskop atau ruang server. Rockwool juga sering digunakan di proyek rumah prefabrikasi premium yang mengutamakan kenyamanan akustik dan keamanan api.

Selain itu, ada varian khusus seperti sandwich panel dengan kulit aluminium untuk ketahanan korosi lebih baik di daerah pesisir, atau panel dengan finishing anti-bakteri untuk fasilitas kesehatan. Pilihan jenis sandwich panel tergantung pada prioritas proyek: biaya (EPS), isolasi dingin (PU), tahan api (PIR atau rockwool), atau akustik (rockwool). Di Indonesia, pertumbuhan industri dan kebutuhan konstruksi cepat membuat sandwich panel menjadi material andalan untuk gudang, pabrik, cold room, serta rumah dan bangunan modular. Dengan pemilihan yang tepat, sandwich panel tidak hanya mempercepat pembangunan tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dan keselamatan jangka panjang.

Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.