Sandwich panel adalah material komposit berlapis yang terdiri dari dua lembar pelat luar (skin) dan inti isolasi di tengah. Struktur ini memberikan kekuatan tinggi dengan bobot ringan, isolasi termal/akustik superior, serta kemudahan instalasi. Sandwich panel kini menjadi standar di konstruksi modern, gudang, hingga fasilitas medis. Artikel ini mengulas jenis sandwich panel berdasarkan material inti dan pelat, serta aplikasi spesifiknya di berbagai industri.

1. Sandwich Panel EPS (Expanded Polystyrene)

Komposisi: Skin baja galvanis/aluminium + inti busa EPS (density 12–20 kg/m³). 

Karakteristik: Nilai U 0,35–0,45 W/m²K, tahan air, harga termurah (Rp180.000–Rp250.000/m²). 

Aplikasi: 

– Gudang dingin (cold storage suhu 0–5°C untuk buah/ikan). 

– Rumah prefabrikasi budget untuk perumahan massal. 

– Partisi kantor sementara karena ringan (10–12 kg/m²). 

Kelemahan: rentan api (kelas B2), sehingga wajib dilapisi fire retardant.

2. Sandwich Panel PU/PIR (Polyurethane/Polyisocyanurate)

Komposisi: Skin pre-painted steel + inti PU foam (density 35–45 kg/m³). 

Karakteristik: Isolasi terbaik (U 0,18–0,22 W/m²K), tahan api PIR hingga 150°C (kelas B1), tebal 50–150 mm. 

Aplikasi: 

– Ruang bersih farmasi (clean room ISO 7–8, kelembaban terkontrol). 

– Pabrik makanan (daging ayam, susu) dengan suhu -18°C. 

– Data center untuk pendinginan server (CRAC unit). 

Harga Rp350.000–Rp550.000/m², namun hemat energi hingga 40% per tahun.

3. Sandwich Panel Rockwool/Mineral Wool

Komposisi: Skin galvanized steel + inti serat batu vulkanik (density 80–120 kg/m³). 

Karakteristik: Tahan api 1.000°C (kelas A1), akustik NRC 0,9, anti jamur. 

Aplikasi**: 

– Studio rekaman dan bioskop (peredam suara 45–55 dB). 

– Pabrik kimia berisiko kebakaran tinggi. 

– Rumah sakit (ruang operasi, ICU) karena higienis dan fire-rated. 

Biaya Rp400.000–Rp600.000/m², cocok proyek bersertifikat LEED.

4. Sandwich Panel Honeycomb (Aluminium/Paper)

Komposisi: Skin aluminium 0,5–1 mm + inti sarang lebah aluminium/kertas kraft. 

Karakteristik: Rasio kekuatan-berat terbaik (15 kPa tekan), bobot <8 kg/m², estetika premium. 

Aplikasi: 

– Fasad gedung tinggi (curtain wall, tampilan futuristik). 

– Kabin pesawat/kereta (ringan, tahan getar). 

– Pameran/portable booth (mudah dibongkar). 

Harga tinggi (Rp800.000–Rp1.500.000/m²), namun umur pakai >30 tahun.

Baca juga: Keunggulan Rumah Prefabrikasi: Solusi Modern untuk Hunian Cepat dan Efisien

5. Sandwich Panel Komposit (Cement Board + XPS)

Komposisi: Skin papan semen fiber + inti XPS extruded polystyrene. 

Karakteristik: Tahan bentur, anti rayap, kedap air total. 

Aplikasi: 

– Kontainer modifikasi (mobile clinic, kantor lapangan). 

– Hunian tropis di daerah banjir (elevasi minimal). 

– Peternakan ayam (mudah dibersihkan, tahan amonia). 

Biaya Rp300.000–Rp450.000/m², populer di proyek infrastruktur.

Standar dan Sertifikasi

Semua sandwich panel harus memenuhi: 

– SNI 03-6575-2001 (struktur dinding). 

– ASTM E84 (uji api). 

– ISO 9001 (produksi pabrik). 

Sambungan tongue-and-groove + sealant PU memastikan zero thermal bridge.

Keunggulan Umum Sandwich Panel

– Instalasi cepat: 200 m²/hari oleh 4 orang. 

– Transport efisien: Stackable hingga 20 panel/truk. 

– Daur ulang: Skin baja 100% recyclable, inti PU dapat di-regrind.

Jenis sandwich panel—EPS, PU/PIR, rockwool, honeycomb, hingga komposit—menawarkan solusi spesifik untuk setiap industri. Dari cold storage yang hemat energi hingga studio akustik fire-rated, sandwich panel membuktikan bahwa material ringan bisa kuat, fungsional, dan estetis. Dengan perkembangan formulasi inti dan coating nanomaterial, sandwich panel akan terus mendominasi konstruksi modular di masa depan.

Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.