Cara kerja folding container didasarkan pada desain inovatif yang memungkinkan kontainer dilipat menjadi bentuk sangat kompak saat tidak digunakan, kemudian dibuka kembali menjadi unit berukuran standar ISO dalam waktu singkat. Folding container biasanya tersedia dalam ukuran 20 kaki atau 40 kaki, terbuat dari baja berkualitas tinggi dengan mekanisme engsel, kunci pengaman, dan panel samping yang dapat dilipat secara berurutan. Saat dilipat, ketinggian kontainer menyusut hingga kurang dari 30 cm, sehingga menghemat ruang penyimpanan dan biaya transportasi balik kosong secara signifikan.
Proses kerja folding container dimulai dari posisi terlipat. Kontainer disimpan atau diangkut dalam keadaan rata, dengan atap dan sisi-sisi dinding dilipat ke dalam dasar kontainer. Bagian depan dan belakang tetap tegak sebagai struktur utama. Saat tiba di lokasi, kontainer ditempatkan di permukaan datar menggunakan forklift atau crane ringan. Tim pemasang kemudian membuka kunci pengaman pada sisi-sisi, melepaskan pengait, dan mengangkat panel dinding secara bertahap. Mekanisme engsel yang presisi memastikan setiap panel bergerak mulus tanpa memerlukan tenaga berlebih. Panel samping diluruskan hingga membentuk sudut 90 derajat dengan dasar, kemudian dikunci menggunakan baut atau pin pengaman otomatis. Atap kemudian diangkat dan dikunci pada posisi horizontal, sering dibantu oleh gas strut atau mekanisme hidrolik pada model premium. Seluruh proses pembukaan biasanya memakan waktu 15-45 menit tergantung ukuran dan jumlah pekerja, dengan hanya 2-4 orang yang dibutuhkan.
Baca juga: Jenis-Jenis Sandwich Panel dan Kegunaannya untuk Berbagai Proyek
Setelah dibuka, folding container berfungsi seperti kontainer konvensional. Struktur baja menjamin kekuatan yang setara, mampu menahan beban tumpuk hingga 8-9 tier dan angin kencang. Beberapa model dilengkapi isolasi termal bawaan, jendela, pintu samping, instalasi listrik, dan plumbing dasar, sehingga langsung siap digunakan sebagai hunian sementara, kantor lapangan, atau gudang. Untuk pemasangan lebih lanjut, kontainer ditempatkan di atas pondasi sederhana seperti blok beton atau tiang pancang ringan agar tetap rata dan stabil. Jika diperlukan modifikasi, seperti penambahan panel sandwich untuk dinding tambahan atau atap miring, proses ini dilakukan setelah kontainer terkunci sepenuhnya. Sambungan antar kontainer untuk membuat bangunan multi-unit juga mudah dilakukan dengan bracket penghubung.
Proses pelipatan kembali sama sederhananya. Kunci pengaman dilepas, atap diturunkan, panel samping dilipat ke dalam secara berurutan, dan seluruh unit dikompresi hingga rata. Mekanisme penguncian memastikan kontainer tetap aman selama transportasi. Desain ini memungkinkan folding container dipindahkan berulang kali tanpa kerusakan signifikan, cocok untuk proyek konstruksi yang berpindah lokasi atau hunian darurat pasca-bencana.
Keunggulan cara kerja folding container terletak pada kombinasi kekokohan struktural dan kemudahan operasional. Tidak seperti kontainer konvensional yang memerlukan crane besar untuk setiap pemindahan, folding container lebih fleksibel dan hemat biaya. Di Indonesia, dengan tantangan akses lokasi terpencil dan kebutuhan fasilitas cepat di proyek infrastruktur, proses pemasangan yang cepat ini menjadi nilai tambah besar. Dengan perawatan rutin pada engsel dan kunci pengaman, folding container dapat bertahan puluhan tahun sambil tetap mempertahankan fungsi lipat-buka yang andal.
Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.
