Kisaran harga sandwich panel di Indonesia pada tahun 2026 bervariasi cukup lebar tergantung jenis, spesifikasi, dan lokasi pembelian. Secara umum, harga sandwich panel per meter persegi berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 500.000 atau lebih, dengan harga termasuk material saja. Jika termasuk jasa pemasangan, total biaya bisa mencapai Rp 200.000 hingga Rp 600.000 per meter persegi. Harga ini bersifat estimasi dan bisa berubah karena fluktuasi bahan baku seperti baja dan isolasi impor.
Untuk sandwich panel dengan inti EPS (Expanded Polystyrene), yang paling ekonomis, harga biasanya Rp 150.000 hingga Rp 350.000 per meter persegi. Panel EPS cocok untuk gudang, pabrik ringan, atau rumah prefabrikasi sederhana karena ringan dan terjangkau, meskipun isolasi termalnya sedang. Sandwich panel PU (Polyurethane) berada di kisaran Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per meter persegi, sering mencapai Rp 350.000 hingga Rp 450.000 untuk ketebalan 50-100 mm. PU unggul dalam isolasi dingin, sehingga banyak digunakan untuk cold storage atau bangunan yang memerlukan efisiensi energi tinggi.
Sandwich panel PIR (Poly-Isocyanurate), varian lebih tahan api dari PU, memiliki harga serupa atau sedikit lebih tinggi, sekitar Rp 300.000 hingga Rp 550.000 per meter persegi. PIR menjadi pilihan untuk proyek industri dengan regulasi kebakaran ketat. Sementara sandwich panel rockwool atau mineral wool, yang terbaik untuk ketahanan api dan akustik, biasanya Rp 250.000 hingga Rp 500.000 atau lebih per meter persegi, tergantung ketebalan dan densitas serat.
Baca juga: Berapa Biaya Membangun Rumah Prefabrikasi? Ini Rinciannya
Beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya sandwich panel meliputi jenis bahan inti. Inti PU atau PIR lebih mahal karena performa isolasi superior dan ketahanan api lebih baik dibandingkan EPS yang lebih murah. Ketebalan panel juga berpengaruh signifikan; panel 50 mm lebih terjangkau dibandingkan 100 mm atau 150 mm yang memberikan isolasi lebih baik tetapi bobot dan harga lebih tinggi. Kualitas kulit luar seperti baja galvanisasi tebal (misalnya Z275 atau lebih) atau aluminium coated menambah biaya karena tahan korosi lebih lama di iklim tropis lembap Indonesia.
Volume pesanan menjadi faktor penting lainnya. Pembelian dalam jumlah besar atau proyek skala industri sering mendapat diskon hingga 10-20 persen per meter persegi dibandingkan pembelian eceran. Lokasi pembelian dan transportasi juga memengaruhi; harga di Jabodetabek atau Jawa lebih stabil, sementara pengiriman ke daerah terpencil seperti luar Jawa bisa menambah ongkos kirim signifikan. Finishing permukaan seperti warna custom, tekstur anti gores, atau lapisan anti bakteri menaikkan harga sekitar 10-30 persen. Fluktuasi harga baja global dan inflasi material tahunan sekitar 5-10 persen juga membuat harga berubah dari waktu ke waktu.
Untuk mendapatkan harga akurat, disarankan menghubungi supplier terpercaya seperti pabrik lokal atau distributor di Jakarta, Bekasi, atau Tangerang. Banyak yang menawarkan paket termasuk pemasangan, sehingga total biaya lebih terkendali. Meskipun harga awal sandwich panel terlihat lebih tinggi dibandingkan bata konvensional, penghematan jangka panjang dari kecepatan pemasangan, minim limbah, dan pengurangan tagihan energi membuatnya menjadi investasi efisien untuk berbagai proyek konstruksi modern di Indonesia.
Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.
