Harga rockwool di Indonesia pada tahun 2026 bervariasi cukup lebar tergantung jenis, ketebalan, densitas, ukuran panel, dan lokasi pembelian. Secara umum, harga rockwool per meter persegi berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 250.000 untuk panel standar, sementara harga per rol atau board bisa mencapai Rp 150.000 hingga Rp 500.000 tergantung spesifikasi. Harga ini biasanya untuk material saja, belum termasuk ongkos kirim atau pemasangan. Jika dibeli dalam jumlah besar untuk proyek industri atau komersial, harga bisa turun hingga 15-30 persen melalui diskon volume dari distributor.
Untuk rockwool dengan densitas rendah sekitar 40-60 kg/m³ dan ketebalan 50 mm, harga sering berada di kisaran Rp 80.000 hingga Rp 120.000 per meter persegi. Panel ini cocok untuk aplikasi plafon akustik atau isolasi suara dasar di gedung perkantoran dan rumah. Rockwool densitas menengah 80-100 kg/m³ dengan ketebalan 50-100 mm biasanya Rp 120.000 hingga Rp 180.000 per meter persegi, sering digunakan pada sandwich panel dinding atau atap pabrik serta gudang. Rockwool densitas tinggi 120-150 kg/m³ atau lebih, yang unggul untuk proteksi api dan isolasi termal ekstrem, bisa mencapai Rp 180.000 hingga Rp 250.000 per meter persegi atau lebih, terutama untuk aplikasi boiler, saluran pipa, atau ruang berisiko tinggi.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya rockwool meliputi densitas dan ketebalan. Semakin tinggi densitas dan ketebalan, semakin mahal karena performa isolasi termal, akustik, dan tahan api lebih baik. Rockwool dengan densitas 100 kg/m³ ke atas biasanya 30-50 persen lebih mahal dibandingkan densitas 40-60 kg/m³. Jenis produk juga berpengaruh; rockwool board atau panel kaku lebih mahal dibandingkan rol atau blanket yang lebih fleksibel. Merek ternama seperti Rockwool (brand asli dari Denmark), Knauf, Isover, atau merek lokal premium cenderung lebih tinggi harganya dibandingkan produk generik karena sertifikasi internasional, konsistensi kualitas, dan garansi performa.
Baca juga: Cara Kerja Folding Container dan Proses Pemasangannya
Volume pembelian menjadi faktor signifikan. Pembelian eceran atau satu-dua lembar biasanya lebih mahal per meter persegi dibandingkan pesanan proyek minimal 100-500 meter persegi yang mendapat diskon grosir. Lokasi pembelian juga memengaruhi; harga di Jabodetabek, Surabaya, atau Medan lebih stabil karena banyak distributor besar, sementara pengiriman ke daerah terpencil seperti luar Jawa bisa menambah ongkos kirim Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per meter persegi atau lebih. Fluktuasi harga bahan baku basal dan energi produksi, serta kurs rupiah terhadap dolar, menyebabkan kenaikan tahunan sekitar 5-10 persen.
Biaya tambahan seperti vapor barrier, foil aluminium, atau aksesoris pemasangan seperti sekrup dan sealant juga perlu dihitung. Jika termasuk jasa pemasangan profesional, total biaya bisa naik Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per meter persegi tergantung kompleksitas proyek. Meskipun harga awal rockwool lebih tinggi dibandingkan fiberglass atau EPS, penghematan jangka panjang dari efisiensi energi, pengurangan tagihan listrik, dan ketahanan api membuatnya menjadi investasi cerdas untuk bangunan industri, komersial, atau residensial premium.
Untuk mendapatkan harga akurat, disarankan menghubungi distributor resmi atau pabrik seperti di kawasan industri Bekasi, Tangerang, atau Surabaya. Banyak yang menawarkan paket termasuk pengiriman dan konsultasi teknis. Dengan memahami faktor-faktor ini, pemilihan rockwool bisa lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan isolasi panas, suara, dan keamanan api bangunan.
Memiliki rencana untuk menggunakan bahan prefabrikasi untuk bangunan? Rencanakan pembangunan Anda bersama Sanwaprefab. Hubungi kami sekarang.
